Pernahkah Anda melihat tulisan “Lo Volt” muncul di layar meteran listrik (KWH meter)? Tulisan ini bukan sekadar notifikasi biasa, melainkan tanda adanya tegangan listrik yang terlalu rendah (Low Voltage) pada jaringan rumah Anda.
Masalah Lo Volt bisa menyebabkan lampu redup, alat elektronik tidak berfungsi normal, hingga potensi kerusakan pada perangkat listrik seperti kulkas, TV, atau mesin cuci. Untuk memahami cara mengatasinya, penting mengetahui apa penyebab Lo Volt, apa risikonya, dan bagaimana langkah penanganannya yang aman.
Istilah “Lo Volt” berasal dari kata Low Voltage yang berarti tegangan rendah. Meteran listrik digital (KWH meter prabayar) akan secara otomatis menampilkan peringatan ini ketika tegangan turun di bawah 200 Volt, sedangkan tegangan normal rumah tangga di Indonesia adalah sekitar 220 Volt.
KWH meter pintar dilengkapi sistem proteksi yang secara otomatis memutus aliran listrik (relay open) jika tegangan terlalu rendah atau terlalu tinggi. Tujuannya adalah melindungi perangkat elektronik di rumah agar tidak rusak akibat lonjakan atau penurunan tegangan ekstrem.
Ada beberapa faktor umum yang menyebabkan peringatan Lo Volt muncul di meteran listrik, antara lain:
Salah satu penyebab paling sering adalah sambungan kabel yang kurang kencang di area KWH meter, MCB, atau sambungan dari tiang listrik ke rumah. Kabel yang longgar dapat meningkatkan resistansi, mengakibatkan drop tegangan dan membuat meteran mendeteksi tegangan rendah.
Kabel yang terbakar, meleleh, atau terkelupas dapat menyebabkan aliran listrik terganggu. Biasanya hal ini terjadi di sambungan kabel lama atau pada instalasi yang tidak memenuhi standar.
Segera periksa kabel utama dari tiang listrik ke rumah. Jika ditemukan tanda gosong atau hangus, jangan diperbaiki sendiri silahkan hubungi teknisi resmi PLN.
Dalam beberapa kasus, tegangan rendah bukan berasal dari instalasi rumah Anda, melainkan dari sisi jaringan PLN. Misalnya, ketika trafo di lingkungan Anda overload, kurang tinggi kapasitasnya, atau mengalami gangguan teknis, maka seluruh area bisa mengalami penurunan tegangan secara bersamaan.
Cara sederhana untuk memastikannya:
Penggunaan kabel tidak sesuai standar, sambungan tanpa konektor, atau isolasi yang rusak bisa menyebabkan penurunan tegangan signifikan. Kabel yang tidak berstandar SNI juga cenderung memiliki inti tembaga yang tipis, sehingga tidak mampu menyalurkan arus secara efisien. Gunakan kabel listrik SNI dari Wilson Cables untuk memastikan konduktivitas maksimal dan keamanan instalasi rumah Anda.
Selain tulisan “Lo Volt” di layar KWH meter, Anda mungkin juga akan menemukan tanda-tanda berikut di rumah:
Jika kondisi ini terjadi, segera lakukan langkah-langkah pemeriksaan awal sebelum menghubungi PLN.
Berikut langkah-langkah aman dan efektif yang bisa Anda lakukan:
Lihat apakah ada tanda-tanda kabel longgar, berbau gosong, atau sambungan tidak rapat. Jika Anda tidak memiliki keahlian teknis, hindari membuka panel KWH sendiri, karena area tersebut merupakan tanggung jawab PLN.
Gunakan alat pengukur (multimeter) untuk memeriksa tegangan di stopkontak. Jika nilainya di bawah 200 Volt, berarti memang terjadi penurunan tegangan serius.
Jika tetangga Anda juga mengalami gejala serupa, kemungkinan besar sumber masalah berasal dari trafo PLN atau jaringan distribusi.
Jangan mencoba memperbaiki sendiri bagian dari meteran atau kabel yang terhubung ke jaringan PLN. Segera laporkan melalui salah satu kanal resmi berikut:
Semua layanan pengaduan PLN bersifat gratis. Petugas akan datang ke lokasi biasanya dalam waktu 15 - 30 menit setelah laporan diterima.
Agar tegangan listrik di rumah Anda tetap stabil, lakukan hal-hal berikut:
Sebagai produsen kabel listrik terpercaya di Indonesia, Wilson Cables menghadirkan berbagai jenis kabel berkualitas tinggi seperti NYA, NYM, NYY, dan NYAF, yang semuanya telah memenuhi standar SNI dan ISO 9001:2015. Dengan kabel berinti tembaga murni, daya hantar listrik menjadi lebih stabil sehingga membantu mengurangi risiko munculnya peringatan Lo Volt pada meteran listrik Anda.
Produk Wilson Cables dirancang untuk berbagai kebutuhan:
Tulisan “Lo Volt” di meteran listrik menandakan bahwa tegangan listrik sedang turun di bawah batas normal. Penyebabnya bisa berasal dari sambungan kabel longgar, trafo PLN bermasalah, hingga instalasi rumah yang tidak sesuai standar.
Langkah terbaik adalah:
Dengan instalasi yang baik dan komponen berkualitas, Anda tidak hanya terhindar dari masalah “Lo Volt”, tapi juga memastikan aliran listrik di rumah lebih aman, efisien, dan tahan lama.