Kamu mungkin pernah mendengar istilah tegangan untuk hal-hal yang berkaitan dengan kelistrikan. Nah, tegangan sendiri sering dijumpai dalam keseharian lingkungan kita, istilah orang awam tegangan ini sering disebut dengan setrum. Maka, ketika kamu terkena setrum yang mengalir pada tubuh adalah tegangan.
Jika berbicara mengenai standar tegangan tentu akan berbeda-beda. Sedangkan tegangan ada berbagai macam nilainya, dimulai dari tegangan AC 110 V, 220 V, 380 V, 1.000 V, 10.000 V dan bahkan sampai nilainya dalam satuan Kilo Volt (KV).
Di sini kita akan membahas klasifikasi tegangan listrik yang umum digunakan, mulai dari Low Voltage (LV), Medium Voltage (MV), hingga High Voltage (HV), beserta fungsi dan penerapannya. Ada yang familiar dengan istilah tersebut? Di Indonesia sendiri untuk mempermudah mengingatnya, low voltage adalah tegangan di bawah 1.000 Volt (1Kv), medium voltage masuk dalam ranah industri, yaitu pabrik yang ouput-nya adalah 1 - 35 Kv, sedangkan untuk high voltage biasanya digunakan sebagai pusat pembangkit listrik menuju ke gardu induk dengan tegangan di atas 35 Kv.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah uraian lengkapnya mengenai perbedaan High Voltage, Medium Voltage, dan Low Voltage. Yuk, simak!
High Voltage (Tegangan Tinggi) adalah klasifikasi tegangan listrik yang berada di atas 35.000 Volt (35 kV). Tegangan ini umumnya digunakan untuk transmisi tenaga listrik jarak jauh dari pusat pembangkit listrik menuju gardu induk sebelum diturunkan ke level Medium Voltage dan Low Voltage.
Penggunaan tegangan tinggi bertujuan untuk mengurangi rugi-rugi daya (losses) selama proses transmisi. Semakin tinggi tegangan, semakin kecil arus yang mengalir untuk daya yang sama, sehingga panas dan kehilangan energi pada kabel dapat diminimalkan.
Pada sistem kelistrikan di Indonesia, High Voltage biasanya disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dengan level tegangan umum seperti 70 kV, 150 kV, hingga 500 kV. Infrastruktur ini dapat dengan mudah dikenali dari ukuran tiang yang besar serta jarak antar konduktor yang lebar.
Karena tingkat bahayanya sangat tinggi, instalasi dan pemeliharaan sistem tegangan tinggi hanya boleh dilakukan oleh tenaga profesional bersertifikat dengan prosedur keselamatan ketat. Kontak langsung atau jarak yang terlalu dekat dengan jaringan High Voltage dapat menyebabkan loncatan listrik (electric arc) yang sangat berbahaya, bahkan tanpa sentuhan fisik.
Medium Voltage (Tegangan Menengah) memiliki tegangan sekitar 1.000 Volt atau 1 KV sampai 35.000 Volt atau 35 KV. Tegangan menengah terhubung dari gardu induk dari PLN ke gardu distribusi.
Aplikasi penggunaan tegangan menengah pada umumnya disalurkan ke konsumen yang membutuhkan daya besar seperti pabrik-pabrik industri kelas menengah yang banyak menggunakan motor-motor listrik untuk kebutuhan pekerjaannya.
Tegangan menengah disalurkan ke konsumen menggunakan jaringan tegangan menengah (JTM) berupa saluran udara tegangan menengah (SUTM) yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Low Voltage (Tegangan Rendah) merupakan tegangan listrik dengan range 100 Volt sampai dengan 1.000 Volt. Tegangan rendah ini di salurkan melalui trafo step down yang di hubungkan ke konsumen seperti rumah rumah yang pada umumnya menggunakan tegangan 220 Volt. Kabel yang digunakan untuk penyaluran ke rumah menggunakan kabel pilin atau twisted cable.
Perlu diingat meski tergolong tegangan rendah, tegangan ini cukup berbahaya bila kontak langsung dengan manusia, karena dapat menyebabkan cedera serius bahkan berujung pada kematian.
Dengan mengetahui klasifikasi kabel listrik, maka kamu pun bisa paham mengenai range besaran tegangan pada tiap-tiap kelas sehingga bisa mengusahakan keamanan dan rasa waspada terhadap berbagai peralatan yang bisa membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain.
Info Menarik Lainnya:
1. Apa Itu Kabel Power Listrik?
2. Mengenal Standar dan Arti Warna Kabel Listrik di Indonesia
3. 3 Penyebab Utama Mati Listrik dan Kiat-Kiat Untuk Mencegahnya
4. 7 Alasan Kenapa Tembaga Sering Digunakan Sebagai Kabel Listrik
5. 6 Macam Konektor Kabel Listrik dan Fungsinya yang Perlu Anda Ketahui