whatsapp
whatsapp
Information About Electricity
Cara Menghitung Biaya Listrik di Rumah
08 July 2024

Cara Hitung Tarif Penggunaan Listrik di Rumah per Hari Hingga Bulanan

 

Menghitung biaya listrik di rumah adalah langkah penting untuk mengelola keuangan dan memastikan konsumsi listrik yang efisien. Dengan mengetahui cara menghitung biaya listrik, Anda bisa mengatur penggunaan energi dan meminimalkan pengeluaran.

 

Artikel kali ini akan membahas cara menghitung biaya listrik secara singkat, namun mudah dipahami. Yuk, disimak!

 

Golongan Tarif Listrik per kWh

 

Langkah pertama dalam menghitung biaya listrik adalah memahami golongan tarif listrik yang berlaku. Tarif listrik di Indonesia bervariasi berdasarkan golongan pelanggan yang ditentukan oleh PLN. Beberapa golongan tarif listrik yang umum, di antaranya:

 

1. R-1/TR (rumah tangga kecil)

 

Tarif untuk rumah tangga dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA.

 

2. R-2/TR (rumah tangga sedang)

 

Tarif untuk rumah tangga dengan daya 3.500 VA hingga 5.500 VA.

 

3. R-3/TR (rumah tangga besar)

 

Tarif untuk rumah tangga dengan daya 6.600 VA ke atas.

 

Tarif per kWh bervariasi tergantung golongan tarif tersebut dan informasi terkini bisa dilihat di situs resmi PLN atau pada tagihan listrik Anda.

 

Pengecekan & Pencatatan Peralatan Listrik

 

Untuk menghitung biaya listrik dengan akurat, penting untuk melakukan pengecekan dan pencatatan penggunaan peralatan listrik di rumah. Anda dapat mengikuti beberapa langkah di bawah ini.

 

1. Buat daftar peralatan listrik

 

Langkah pertama adalah membuat daftar semua peralatan listrik yang ada di rumah Anda. Langkah ini penting karena setiap perangkat berkontribusi terhadap total konsumsi listrik bulanan. Berikut adalah beberapa contoh peralatan yang perlu Anda catat.

 

Lampu

 

Catat jenis dan jumlah lampu yang Anda gunakan di setiap ruangan.

 

Kipas angin

 

Catat setiap kipas angin yang digunakan, baik yang berdiri, menempel di dinding, maupun kipas meja.

 

Televisi

 

Jangan lupa mencatat setiap unit televisi, termasuk ukurannya karena daya yang dibutuhkan bisa berbeda.

 

Air conditioner (AC)

 

AC merupakan salah satu peralatan yang memakan banyak energi, jadi catat dengan detail.

 

Kulkas

 

Biasanya kulkas beroperasi sepanjang hari, sehingga konsumsi dayanya cukup signifikan.

 

Mesin cuci

 

Catat berapa kali mesin cuci digunakan per minggu dan berapa lama setiap kali penggunaan.

 

Peralatan dapur lainnya

 

Anda dapat mengecek microwave, oven listrik, rice cooker, blender, dan sebagainya.

 

2. Cek Daya Listrik (Watt)

 

Setelah mencatat semua peralatan listrik, langkah berikutnya adalah memeriksa daya listrik masing-masing peralatan. Daya listrik ini biasanya tertera pada label di perangkat atau dalam buku panduan. Daya listrik dinyatakan dalam satuan watt (W). Berikut adalah beberapa cara untuk memeriksa daya listrik.

 

Label peralatan

 

Banyak peralatan listrik memiliki label yang menunjukkan daya listriknya. Label ini biasanya ditemukan di bagian belakang atau bawah perangkat.

 

Buku panduan

 

Jika label tidak jelas atau sulit ditemukan, periksa buku panduan atau manual peralatan yang biasanya menyertakan informasi daya listrik.

 

Pencarian online

 

Jika Anda tidak memiliki akses ke label atau buku panduan, Anda dapat mencari spesifikasi perangkat secara online menggunakan merek dan model perangkat.

 

Contohnya saja, sebuah lampu LED mungkin memiliki daya 10 watt, kipas angin memiliki daya 75 watt, televisi LED 32 inci mungkin memiliki daya sekitar 60 watt, dan AC 1 PK mungkin memiliki daya sekitar 800 watt.

 

3. Catat waktu penggunaan

 

Langkah terakhir adalah mencatat berapa lama setiap peralatan digunakan setiap hari. Hal ini penting untuk menghitung total konsumsi energi harian setiap perangkat. Berikut adalah cara yang bisa Anda lakukan.

 

Penggunaan harian

 

Tentukan dan catat berapa jam per hari setiap peralatan digunakan. Misalnya, berapa jam lampu di ruang tamu menyala, berapa lama AC dinyalakan, dan berapa jam televisi ditonton.

 

Rata-rata penggunaan mingguan

 

Untuk peralatan yang tidak digunakan setiap hari, seperti mesin cuci, catat frekuensi penggunaannya dalam seminggu dan hitung rata-rata harian. Misalnya, bila mesin cuci digunakan 3 kali seminggu selama 1 jam setiap kali penggunaan, rata-rata penggunaannya adalah sekitar 0,43 jam per hari.

 

Sesuaikan dengan aktivitas

 

Perhatikan aktivitas sehari-hari Anda yang bisa mempengaruhi penggunaan peralatan. Misalnya, selama akhir pekan mungkin Anda menggunakan lebih banyak peralatan listrik dibandingkan hari kerja.

 

Anda dapat melihat contohnya ketika lampu ruang tamu menyala selama 5 jam setiap hari. Kipas angin digunakan selama 8 jam sehari. Televisi digunakan selama 4 jam setiap hari. AC dinyalakan selama 6 jam sehari pada malam hari maupun kulkas beroperasi selama 24 jam sehari.

 

Estimasi Penggunaan Listrik per Hari

 

Untuk menghitung biaya listrik per hari, Anda dapat mengikuti langkah berikut ini.

 

1. Hitung konsumsi harian (Wh)

 

Gunakan rumus berikut untuk setiap peralatan:

 

Konsumsi Harian (Wh) = Daya Listrik (Watt) x Lama Penggunaan (jam)

 

Contoh: Jika Anda menggunakan kipas angin 75 watt selama 8 jam sehari

 

Konsumsi Harian (Wh) = 75 Watt x 8 jam = 600 Wh

 

2. Total Konsumsi Harian (kWh)

 

Jumlahkan konsumsi harian semua peralatan dan konversikan ke kWh (1 kWh = 1.000 Wh).

 

Cara Menghitung Biaya Listrik Per Hari

 

Setelah mengetahui total konsumsi harian dalam kWh, hitung biaya listrik per hari dengan rumus berikut ini.

 

Biaya Listrik Per Hari = Total Konsumsi Harian (kWh) x Tarif Listrik per kWh

 

Contoh: Jika total konsumsi harian 10 kWh dan tarif listrik Rp 1.467 per kWh (Dibuatkan data tarif per golongan)

 

Biaya Listrik Per Hari = 10 kWh x Rp1.467 = Rp 14.670

 

Cara Menghitung Biaya Listrik Per Bulan

 

Untuk menghitung biaya listrik per bulan, kalikan biaya harian dengan jumlah hari dalam sebulan.

 

Biaya Listrik Per Bulan = Biaya Listrik Per Hari x 30

 

Contoh: Jika biaya listrik per hari Rp 14.670

 

Biaya Listrik Per Bulan = Rp 14.670 x 30 = Rp 440.100

 

Pentingnya Kabel Berstandar SNI

 

Selain efisiensi penggunaan listrik, keamanan instalasi listrik juga sangatlah penting. Menggunakan kabel berstandar SNI, seperti kabel tipe NYM dari Wilson Cables, dapat memastikan instalasi listrik di rumah Anda aman dan tahan lama. Kabel NYM memiliki isolasi ganda yang membuatnya lebih aman dan tahan terhadap suhu tinggi serta kelembapan, mengurangi risiko korsleting dan kebakaran.

 

Wilson Cables menyediakan kabel berkualitas tinggi yang telah memenuhi standar nasional Indonesia (SNI), memberikan kepercayaan ekstra bahwa instalasi listrik Anda memenuhi standar keselamatan yang ketat. Dengan demikian, selain menghemat biaya listrik, Anda juga memastikan keamanan rumah Anda.

BUTUH INFORMASI LEBIH LANJUT?
TERHUBUNG LEBIH BAIK
facebook
instagram
youtube
linkedin
tiktok
kabel listrik
Wilson Cables merupakan merk kabel listrik terbaik di Indonesia yang diproduksi oleh PT. Willson Surya Unggul, yaitu perusahaan kabel di Tangerang yang telah berdiri sejak 1989. Sejak awal, kami berkomitmen penuh menghasilkan kabel SNI kualitas tinggi dengan pilihan produk mulai dari kabel bangunan, kabel otomotif, kabel elektronik, hingga kabel untuk penggunaan khusus.
Lokasi Kami
Jl. Veteran No.9A, Kadu Jaya, Kec. Curug, Tangerang, Banten 15810
phone icon
021-5986868 / 0856-8686868
Peta situs
Unduh Katalog Produk Kami
Unduh
kabel listrik terbaik
©2024 PT Willson Surya Unggul. Pabrik & Produsen Kabel Listrik Standar SNI Terbaik. All Rights Reserved