Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terus berkembang, baik untuk rumah, gedung komersial, maupun pembangkit berskala besar. Dalam sistem photovoltaic (PV), kabel menjadi salah satu komponen penting karena berfungsi menyalurkan energi listrik yang dihasilkan panel surya.
Namun, kabel untuk sistem panel surya tidak bisa dipilih hanya berdasarkan kemampuan menghantarkan listrik. Kabel PV juga perlu mampu menghadapi paparan sinar matahari, perubahan suhu, kelembapan, serta penggunaan outdoor dalam jangka panjang.
Salah satu standar yang sering ditemukan pada kabel solar adalah EN 50618. Lalu, apa itu EN 50618 dan apa yang membuatnya penting untuk kabel panel surya?
EN 50618 adalah standar Eropa (European Standard) yang menetapkan persyaratan untuk kabel listrik yang digunakan pada sistem photovoltaic (PV), terutama pada sisi arus searah (DC). Standar ini mencakup kabel daya single-core yang fleksibel, menggunakan insulasi dan sheath cross-linked, serta memiliki karakteristik low smoke dan halogen-free.
EN 50618 dirancang dengan mempertimbangkan kondisi penggunaan kabel pada sistem PV yang dapat terpapar lingkungan luar selama bertahun-tahun. Karena itu, persyaratan yang ditetapkan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan listrik kabel, tetapi juga karakteristik mekanis, termal, dan ketahanannya terhadap kondisi lingkungan.
Standar ini juga menetapkan kabel dengan nominal tegangan DC hingga 1,5 kV, baik antar-kabel di dalamnya maupun saat kabel menyentuh tanah. Dalam kondisi penggunaan normal, temperatur maksimum konduktor ditetapkan sebesar 90°C.
Dengan kata lain, EN 50618 bukan nama jenis kabel, melainkan standar yang menetapkan persyaratan tertentu untuk kabel yang digunakan dalam sistem photovoltaic.
Kabel pada instalasi PLTS memiliki kondisi kerja yang berbeda dari kabel yang digunakan pada instalasi listrik bangunan biasa. Sebagian kabel PV dipasang di area terbuka sehingga dapat terkena sinar matahari, hujan, perubahan temperatur, dan kondisi lingkungan lainnya.
Karena itu, kabel yang digunakan perlu memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan sistem photovoltaic.
EN 50618 memberikan persyaratan yang secara khusus ditujukan untuk kabel PV, termasuk karakteristik material, konstruksi, pengujian, serta penggunaan pada kondisi outdoor. Standar tersebut juga menetapkan penggunaan normal dengan ekspektasi masa pakai setidaknya 25 tahun dalam kondisi yang ditentukan oleh standar.
Perlu dipahami bahwa memenuhi EN 50618 bukan berarti seluruh sistem PLTS otomatis aman. Desain sistem, pemilihan ukuran kabel, metode pemasangan, konektor, proteksi, grounding, dan instalasi secara keseluruhan tetap harus diperhatikan.
EN 50618 menetapkan sejumlah persyaratan yang membuat kabel dalam cakupannya sesuai untuk kebutuhan sistem photovoltaic.
Kabel yang tercakup dalam EN 50618 ditujukan terutama untuk sisi DC sistem photovoltaic. Kabel ini dapat digunakan pada rangkaian seperti koneksi antar modul PV dan jalur DC dalam sistem panel surya sesuai kondisi pemasangannya.
Karakteristik tersebut penting karena listrik yang dihasilkan modul surya sebelum masuk ke inverter berada dalam bentuk arus DC.
EN 50618 mensyaratkan penggunaan material cross-linked untuk insulasi dan sheath kabel. Lapisan ini berfungsi memberikan perlindungan terhadap konduktor sekaligus membantu kabel bekerja pada kondisi lingkungan dan temperatur yang menjadi bagian dari persyaratan standar.
Konstruksi tersebut merupakan salah satu karakteristik penting yang membedakan kabel PV dari kabel yang digunakan untuk kebutuhan instalasi umum.
Kabel dalam cakupan EN 50618 memiliki karakteristik low smoke Zero Halogen (LSZH). Artinya, material kabel dirancang untuk menghasilkan asap yang rendah dan tidak menggunakan material halogen dalam formulasi yang dipersyaratkan standar.
Karakteristik ini menjadi salah satu pertimbangan keselamatan ketika kabel digunakan pada instalasi listrik, terutama dalam kondisi kebakaran.
EN 50618 mencakup kabel single-core yang fleksibel. Fleksibilitas menjadi penting dalam sistem PV karena kabel perlu dirouting dan dihubungkan pada modul serta komponen sistem dengan berbagai konfigurasi.
Standar tersebut juga menetapkan persyaratan konstruksi konduktor, termasuk penggunaan konduktor tembaga dengan konstruksi yang sesuai standar EN 60228.
Jika Anda pernah melihat tulisan H1Z2Z2-K pada kabel solar, kode tersebut bukan sekadar nama produk. H1Z2Z2-K merupakan code designation yang ditetapkan dalam EN 50618 untuk kabel yang tercakup dalam standar tersebut.
EN 50618 juga menetapkan bahwa kabel harus memiliki marking tertentu pada bagian sheath, termasuk identitas produsen, designation H1Z2Z2-K, serta ukuran penampang konduktor.
Karena itu, ketika menemukan kabel dengan marking H1Z2Z2-K, informasi tersebut dapat menjadi salah satu petunjuk untuk mengetahui spesifikasi dan peruntukan kabel. Namun, tetap penting memeriksa datasheet dan dokumen teknis produk untuk memastikan klaim kesesuaian terhadap standar.
Salah satu spesifikasi penting dalam EN 50618 adalah kemampuan kabel untuk digunakan pada sistem dengan nominal tegangan DC hingga 1.5 kV antara konduktor maupun antara konduktor dan earth. Untuk penggunaan pada sistem AC, standar mencantumkan rating 1.1 kV.
Dari sisi temperatur, kabel dirancang untuk bekerja dengan temperatur konduktor maksimum 90°C dalam kondisi normal. Dalam kondisi tertentu, temperatur konduktor hingga 120°C diperbolehkan untuk total durasi maksimum 20.000 jam sepanjang masa pakai kabel, dengan batas temperatur ambient yang ditentukan standar.
Karakteristik tersebut penting karena kabel pada PLTS dapat berada di lingkungan dengan temperatur tinggi, terutama ketika dipasang di atas atap dan terpapar matahari.
Kabel yang memenuhi persyaratan EN 50618 dapat digunakan pada berbagai bagian sisi DC sistem photovoltaic, sesuai desain dan kondisi pemasangannya.
Beberapa contohnya antara lain:
EN 50618 memang dikembangkan untuk kabel PV yang dapat digunakan secara permanen dalam kondisi outdoor dan lingkungan yang menuntut.
EN 50618 merupakan standar Eropa yang menetapkan persyaratan untuk kabel yang digunakan pada sistem photovoltaic, terutama pada sisi DC. Standar ini mencakup berbagai persyaratan terkait konstruksi, material, karakteristik listrik, pengujian, serta penggunaan kabel pada kondisi outdoor.
Beberapa karakteristik yang menjadi bagian penting dari EN 50618 antara lain single-core, fleksibel, low smoke halogen-free, serta menggunakan insulasi dan sheath cross-linked. Kabel yang tercakup dalam standar ini juga memiliki designation H1Z2Z2-K dan dirancang untuk kebutuhan sistem PV dengan nominal tegangan DC hingga 1,5 kV.
Memahami EN 50618 membantu pengguna, perencana, maupun kontraktor mengenali spesifikasi kabel solar yang sesuai dengan kebutuhan instalasi. Namun, standar kabel tetap perlu dipertimbangkan bersama desain sistem, metode pemasangan, ukuran kabel, proteksi, dan persyaratan instalasi PLTS secara keseluruhan.
Apa itu EN 50618?
EN 50618 adalah standar Eropa yang menetapkan persyaratan untuk kabel listrik yang digunakan pada sistem photovoltaic, terutama pada sisi DC.
Apa fungsi EN 50618 pada kabel solar?
EN 50618 menetapkan persyaratan konstruksi, material, karakteristik listrik, dan pengujian kabel yang ditujukan untuk aplikasi photovoltaic sehingga kabel dapat digunakan sesuai kondisi dan peruntukannya.
Apa hubungan EN 50618 dengan H1Z2Z2-K?
H1Z2Z2-K merupakan code designation yang ditetapkan dalam EN 50618 untuk kabel yang tercakup dalam standar tersebut.
Apakah kabel EN 50618 cocok untuk panel surya?
Ya, EN 50618 memang ditujukan untuk kabel yang digunakan pada sistem photovoltaic, terutama sisi DC. Namun, spesifikasi kabel tetap harus disesuaikan dengan tegangan, arus, metode pemasangan, dan kebutuhan sistem.
Apa perbedaan EN 50618 dan IEC 62930?
EN 50618 merupakan standar Eropa untuk kabel photovoltaic, sedangkan IEC 62930 merupakan standar internasional untuk kabel photovoltaic dengan rating hingga 1,5 kV DC. Keduanya memiliki cakupan teknis yang erat, tetapi merupakan standar yang berbeda.